Catatan perjalanan : ACE TOUR JILID 1
Tujuan : Kota Pagar Alam
Waktu : 13-16 desember 2012
Peserta :
Ahmad Maulana Efendi
Efran Martahan Hutapea
Fajri Ramanda Putra
M. Ikram al Hafiz
M. Juliady Saputra
Wisnu Agung Saputra
Yudhi Mardiansyah
perkiraan biaya : transportasi (sewa mobil+bensin) Rp.1.3500.000 /7=Rp.193.000+ Makan 4 hari Rp100.000 + penginapan 3 malam Rp.230.000/7= Rp.33.000 + biaya lainnya Rp.50.000
Total biaya = Rp.376.000
Ini adalah awal dari serangkaian rentetan adventure bareng kawan-kawan kuliah. Berawal dari ide fajri alias dusun yang mengajak liburan ke pagaralam, waktu itu hampir mendekati masa ujian semester bertepatan dengan libur tenang sebelum melakukan ujian semester maka berangkatlah kami bertujuh ke pagaralam. Dengan mengendarai mobil rentalan, alasan menggunakan mobil rentalan karena murah (Rp.250.000/hari) juga karena lebih efesien setelah melakukan analisis biaya (hehehe). kami berangkat dari plaju dengan driver juliady, tujuan utama kami hanya kota pagaralam tapi belum terpikirkan apa saja yang mau dikunjungi disana.
Start dari plaju sekitar jam 08:00 kemudian mobil melaju ke inderalaya untuk menjemput dusun yang memang indekost disana, sekalian mengisi amunisi dan membuang kotoran dalam perut di salah satu rumah kos kawan kami yang tidak ikut (maaf ya bro, udah gak ikut malah dapat boom. Hehe. . .). Setelah semuanya dikira sudah selesai, sekitar pukul 11 siang kami melanjutkan perjalanan ke pagaralam. Dari inderalaya menempuh perjalanan hampir 7 jam dan tidak lupa untuk setiap kota yang kami lewati kami menyempatkan untuk foto-foto terlebih dahulu.
Tiba di kota pagaralam, kami disambut hujan lebat, kebetulan saat itu bulan desember dimana hujan telah menjadi pemandangan biasa setiap harinya dibulan ini. Bingung mau ngapain lagi setelah tiba di pagaralam karena memang run down acaranya tidak ada sama sekali, tidak jelas. Kami putuskan untuk beristirahat dahulu di masjid dekat dengan pasar pagaralam sekalian untuk menunaikan sholat magrib, baru setelah itu mulai mencari informasi mengenai penginapan murah yang ada di pagaralam. Setelah bertanya kepada salah satu jemaah sholat magrib, kami diberitahu ada penginapan murah di arah jalan lintas menuju daerah jarai, jarak nya Cuma 15 menit dengan pusat kota pagaralam. Malam itu kami putuskan untuk menginap disana dimana kami bertujuh menyewa dua kamar dengan biaya per kamar nya 115ribu sudah termasuk ekstra bad. Penginapan sederhana dengan dinding kayu dan dua dipan dari kayu, cukuplah untuk melepas lelah setelah perjalanan jauh dari palembang.
Hari kedua, cuaca pagi di penginapan sangat lah berbeda dengan hari kemarin ketika kami baru menginjakkan kaki di bumi besemah, cuaca pagi itu cerah sekali dengan pemandangan didepan penginapan adalah gunung dempo yang berdiri kokoh yang seakan menantang kami untuk menahlukkannya, sedangkan bagian belakangnya hamparan sawah yang menghijau luas. Pagi itu kami mendapatkan sarapan pagi dari pengelola penginapan berupa nasi goreng. dua piring untuk satu kamar. jadi, dua piring itu kami bagi untuk 3 orang dan dua piring lagi dibagi untuk empat orang plus dua cangkir teh hangat untuk tiap kamar (lumayan lah segelas berdua, hehe. . .).
Puas berkeliling disekitar penginapan, kami melanjutkan perjalan ke air terjun lematang indah,sekitar pukul 09:30 kami telah tiba di air terjun yang letaknya tak jauh dari jalan raya ini. Terakhir kali saya kesana kira-kira tahun 2010 yang lalu, kala itu jembatan yang menghubungkan ke air terjun itu masih berfungsi sehingga pengunjung hanya membayar uang retribusi parkir saja. tapi sekarang jembatan tersebut telah hancur dan kata abang-abang yang ada disana, jembatan itu hancur karena diterjang air besar. saya tetap saja tidak percaya jembatan setinggi tiu bisa diterjang air dan hancur. Entahlah, memang hancur atau sengaja dihancurin, yang pasti kami harus membayar biaya tambahan sebesar 5000 untuk masing-masing orang agar bisa menyebrang menggunakann perahu dari ban dalam bekas yang memang disediakan oleh abang-abang disana.
Berenang, melompat, dan pastinya berfoto kami lakukan di air terjun ini. Ada satu kejadian yang lucu ketika juliady berjalan menyelusuri hulu sungai dia terpeleset dan terbawa arus yang cukup deras, beruntung tidak terjadi apa-apa. Puas berfoto dan mandi disana kira-kira, selama satu jam kami disana, kami melanjutkan perjalanan ke puncak kebun teh, tepatnya di tugu rimau dengan sebelumnya terlebih dahulu melaksanakan sholat jumat di masjid yang berada di dekat pabrik teh PTPN. Seperti biasanya sampai ditugu rimau ini kami berfoto sembari menikmati pemandangan kebun teh dan secangkir bandrek yang memang dijual oleh pedagang disana, harganya Cuma Rp.5000/gelas.
Sekitar pukul 14:00 kami turun dari tugu rimau untuk menuju curup mangkok yang berada tak jauh dari kebun teh. tapi apa mau dikata, mobil yang kami tumpangi mendadak ada kendala pada rem nya sehingga mengurungkan niat kami untuk kesana. Kami segera menuju ke kota untuk mencari bengkel mobil. Setelah dicek ternyata kondisi mobil tidak apa-apa, Cuma perlu mengganti kanvas rem nya saja, itu akibat dari mobil yang terlalu kepanasan, mungkin karena setelah menempuh perjalanan jauh langsung saja menghajar terjalnya medan ke puncak rimau sehingga membuat kondisi mobil menjadi cepat panas.
Hari ketiga, setelah semalam dusun mengutarakan niat nya untuk mendaki gunung dempo, mumpung lagi di pagaralam kami bertujuh sepakat untuk hiking ke pucak tertinggi sumatera bagian selatan tersebut. Pukul 07:00 kami meninggalkan penginapan menuju kembali ke puncak rimau sebagai titik awal pendakian, dengan terlebih dahulu mampir di indomaret untuk mengisi perbekalan selama mendaki nanti. Karena semua peserta belum ada yang mendaki gunung dan pendakian ini pun sebenarnya tidak terencana jadi persiapan kami sangatlah jauh dari kata layak apalagi cuaca lagi musim hujan dengan berbekal hanya beberapa botol minuman, roti kering dan beberapa bungkus mie instan kami bertujuh nekad melakukan pendakian. Beruntung pada saat itu ada kelompok lain juga yang melakukan pendakian, setelah bertanya ternyata mereka berasaal dari daeah jarai, tak jauh dari pagaralam dan mereka sudah sering melakukan pendakian ke gunung dempo ini. Kami memutuskan untuk ikut rombongan ini yang diketuai oleh bang rizal, orangnya sangat ramah dan sopan. Pas mau melakukan pendakian ternyata ada satu orang yang turun bersama seorang cewek, katanya cewek tersebut sedang datang bulan ketika sedang melakukan pendakian jadi menurut mitos kalau ada cewek yang sedang datang bulan maka dilarang memasuki hutan. Setelah mengantar cewek tersebut ke pos di tugu rimau angga nama orang tersebut ikut juga mendaki lagi bersama kami, jadi sekarang ada total 12 orang dalam rombongan ini.
Setelah melakukan doa bersama yang dipimpin oleh bang rizal, kami mulai melakukan pendakian. 15 menit dijalani dengan medan yang terus menanjak kami memutuskan untuk beristirahat setiap 15 menit sekali. Sial bagi kami saat itu hujan mulai turun kami yang tanpa persiapan apapun mulai kedinginan karena tidak membawa jaket anti air sedangkan regunya bang rizal mereka sudah siap dengan segala kemungkinan hujan.
Perjalanan jadi semakin terasa berat karena perbekalan mulai menipis dan jalanan jadi semakin licin ditambah medan yang terus menanjak sampai ada bagian yang mencapai sudut 90 derajat dengan kondisi pakain yang sudah basah kuyup mulai terlintas dipikiran untuk kembali saja, tapi semua nya itu sirna berkat perkataan bang rizal kalau puncak tinggal sedikit lagi, terus kami melakukan perjalanan tapi tak sampai juga puncak nya dan bang rizal terus memompa semangat dengan mengatakan kalau puncak sedikit lagi. Setelah kurang lebih 5 jam perjalanan akhirnya sampai juga dipuncak dempo 3.159 M.dpl. cuaca masih dengan hujan yang lebat kami turun ke tempat biasanya pendaki mendirikan tenda, disana sudah banyak tenda tenda pendaki lainnya. Setelah sampai ditempat tersebut salah satu rekan bang rizal melakukan adzan katanya sudah tradisi disana.
Selesai membantu bang rizal mendirikan tenda tak lupa kami melakukan foto-foto dan menghangatkan tubuh di dekat api yang dibuat oleh rekan bang rizal, istirahat sebentar di dalam tenda dan kemudian aku, juliady,hapis,wisnu dan yudhi bersama dua rekan bang rizal pergi ke sumber air untuk mengambil air bersih, pemandian putri namanya letaknya Cuma 5 menit jalan kaki dari tempat kami mendirikan tenda. Ada satu kejadian lucu ketika sedang asyik berfoto di pemandian putri tersebut tiba-tiba saja wisnu tercebur ke dalam air karena ranting yang dia pegang sebagai tempat pegangan patah.
Sekitar pukul 15:00, kami memutuskan untuk turun kembali kebawah karena kondisi kami yang tidak memungkinkan untuk menginap, bersama dua rekan angga yang memang sudah duluan di puncak jadi, total ada sepuluh orang yang ikut rombongan turun. Setelah berpamitan pulang dengan bang rizal dan kawan-kawan, kami turun, waktu tempuh perjalanan kebawah ini sedikit lebih cepat yaitu sekitar 3 jam, ini karena jalanan yang terus menurun. Sekitar pukul 18:00 kami sudah tiba di pos tugu rimau dengan membersihkan diri terlebih dahulu, kami turun ke bawah dengan terlebih dahulu berpamitan dengan angga dan kawan-kawannya yang memutuskan untuk istirahat saja di masjid yang ada di dekat tugu rimau.
Sampai di penginapan semua kondisi rekan-rekan sudah kecapekan ada yang memilih langsung tidur, ada juga yang masih bermain kartu. Saya sendiri langsung tidur setelah sebelumnya makan malam terlebih dahulu di perjalanan sebelum ke penginapan.
Hari keempat, rencananya hari ini kami akan meninggalkan kota pagaralam dan akan kembali ke palembang. Pukul 08:00 kami berangkat dari penginapan dan menyempatkan terlebih dahulu mampir ke tempat wisata gunung gare, disana ada objek wisata tangga seribu. disana ada juga pernah dilaksanakan lomba MTQ tingkat nasional. Di objek wisata tangga seribu ini pemandangannya yang langsung berhadapan dengan gunung dempo dan disekililingnya terhampar kebun teh yang luas menambah keindahannya. Cuaca pagi itu cukup besahabat cerah sekali, puas berfoto-foto sekitar pukul 09:30 kami berangkat dan terlebih dahulu mampir ke toko oleh-oleh yang letaknya tepat berada di pasar pagaralam. Banyak sekali oleh-oleh yang dijual seperti baju, makanan, gelang, alpukat, kerajinan tangan, gantungan kunci, sari jahe dan lain sebagainya.
Puas belanja, sekitar pukul 10:30 pagi kami berangkat kembali meneruskan perjalan kembali ke palembang. Semua peserta tampak kelelahan dan banyak yang memilih tidur selama perjalanan pulang. Ace tour jilid pertama ini sangatlah ekstrim, terutama saat hiking nya tanpa persiapan sama sekali. tapi tetap sangat memberi kesan yang berarti bahwa kami bisa mendaki gunung dempo yang gagah tersebut.
Catatan kecil pejalan sumatera
Sabtu, 06 Juni 2015
Sabtu, 14 Februari 2015
My first blog
Hy everyone, this is my first blog. I will share to you about travelling, specially to exploring indonesia ^_^
Jumat, 13 Februari 2015
Mahasiswa juga bisa keliling indonesia
Salam kenal semua nya, perkenalkan, saya berasal dari sumatera selatan, dan saat ini saya masih aktif sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di palembang. Di dalam blog saya ini insha Allah saya akan berbagi pengalaman saya travelling ke berbagai kota di indonesia selama menjadi mahasiswa.
Have fun and let's go explor endonesah ^_^
Have fun and let's go explor endonesah ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)